Archive for November, 2011

Hi all,

Mungkin ada yang tertanya kenapa aku tiba-tiba beranikan diri hantar email kepada Bambang Pamungkas (BEPE) selepas selesai skuad Harimau Muda tiba di Malaysia semalam. Ini adalah artikel yang terkait dengan entry aku semalam. Artikel bertajuk ‘Timnas : Tolong Hilangkan Kebencian dan Dendam’ ditulis oleh Arif Bawono Surya dalam website akhbar Kompasiana mengenai kebimbangan beliau akibat perasaan benci dan dendam Timnas terhadap Malaysia. Buat yang kurang mengerti, Timnas adalah Tim Nasional (dipendekkan menjadi Timnas) merujuk kepada pasukan kebangsaan Indonesia. Artikel ini boleh dirujuk di link ini, http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/11/22/timnas-tolong-hilangkan-kebencian-dan-dendam/. Apapun aku pastekan di sini untuk tatap semua.

Timnas Tolong Hilangkan

Kebencian dan Dendam

OPINI | 22 November 2011 | 13:46


Sepulang dari kantor kemarin, saya menyaksikan suatu fenomena yang luar biasa, trotoar-trotoar jalan penuh oleh kendaraan bermotor yang diparkir. Si empunya motor asyik nglesot di lesehan pinggir jalan yang dipasang layar tancap. Cafe-cafe penuh dan jalanan lenggang, Garuda muda akan melawan Harimau Malaya. Pertandingan sarat emosi, dendam kesumat dan kebencian. Teriakan-teriakan Malingsia dan Ganyang Malaysia bergema. Warna merah mendominasi pandangan mata, di udara sangat terasa hawa keoptimisan bercampur kebencian pada negeri Jiran. Inilah final impian dimana mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin melihat pasukan Garuda Muda menjungkalkan Harimau Malaya.

Pertandingan pun berlangsung, decak kagum bergumam melihat kecepatan para pemain garuda muda khususnya para pemain-pemain dari pulau Papua. Dan gol cepat pun terjadi, suasana menjadi riuh rendah, teriakan gol bergaung, rasa puas merasuk ke jiwa penonton. Lalu penantian gol kedua pun bergelora, detik demi detik, menit demi menit tapi gol kedua yang ditunggu tak kunjung datang, malah pasukan Harimau Malaysia mampu menyamakan kedudukan. Serangan dari tuan rumah tak berhenti, umpatan dan cacian silih berganti menemani pertandingan. Wasit, hakim garis, pemain, pelatih lawan tak lepas dari hinaan dan umpatan. Hingga beberapa gol yang diciptakan tak mendapat pengesahan makin tinggi tensi permainan makin gemes penonton. Pertandingan normal berakhir, perpanjangan waktu, dan akhirnya adu Tos-tos an dilakukan. Disinilah mental diuji dan Garuda Muda terbukti belum mampu menunjukkan mental juara. Malaysia pulang ke kandang mereka dengan kepala tegak, kalungan medali Sea Games yang dirindukan oleh warga Indonesia selama 20 tahun dibawa ke Kuala Lumpur.

Ada apa sebenarnya? Kenapa Indonesia selalu kalah dengan Malaysia di partai puncak? Banyak yang beranalisis tentang masalah teknis seperti teknik, team work, mental dan lain-lain. Tapi saya mencoba menganalisis dengan cara lain. Kenapa Indonesia tidak bisa mengalahkan Malaysia di GBK? Jawabannya adalah karena motivasi Indonesia untuk menang adalah motivasi kebencian dan dendam. Seperti diketahui benci dan dendam adalah dua energi yang sangat NEGATIF. Maka begitu berkumpul di stadion yang penuh dengan aura kebencian dan dendam energi negatif itu terakumulasi besar sekali. Dan percaya atau tidak energi negatif itu akan menular ke dalam lapangan. Dan permainan pun kacau sekali, ditambah seluruh stadion yang menyumpah serapah i negara lawan. Maka doa yang didasari oleh energi negatif tidak akan sampai dan diterima oleh Tuhan. Justru doa penonton Malaysia yang datang ke GBK dikabulkan. Kenapa? Karena mereka termasuk orang-orang yang teraniaya,sebagai tamu mereka bukannya dihormati tetapi malah disumpah-serapah. Padahal mereka belum tentu salah, maka saat mereka berdoa meminta kemenangan, dengan cepat Tuhan mengabulkan. Doa orang-orang teraniaya lebih makbul.

Oleh karena itu marilah kita luruskan niat, saat pertandingan olahraga tidak perlu membawa kepentingan politik dan membawa kebencian di lapangan. Bertandinglah untuk menghibur, untuk mencapai prestasi karena ingin mengharumkan nama bangsa tanpa menginjak martabat bangsa lain. Bukankah seorang pemenang sejati itu adalah mereka yang โ€œMenang tanpa kesombongan dan kalah tanpa banyak alasanโ€. (22/11/11)

Inilah artikel yang perlu dibaca jutaan rakyat Indonesia. Sesungguhnya saudara Arif cuba membawa perubahan dan memang sulit untuk menukar mentaliti jutaan rakyat Indonesia yang nyata masih kurang matang. Dan atas alasan itulah, saya menggunakan BEPE sebagai ikon Indonesia untuk merubah fenomena itu. Jika tidak banyak sedikit pun jadilah demi melihat bolasepak sebagai satu sukan yang boleh menyatukan bangsa sejagat ๐Ÿ™‚

Komen Kepada Bambang Pamungkas

Posted: 23/11/2011 in Sukan

Memandangkan perseteruan Malaysia-Indonesia menjadi semakin ketara, aku sempat layangkan email kepada Bambang Pamungkas (BEPE) ketika melawat blognya www.bambangpamungkas20.com. Tujuannya untuk terus memastikan semangat setikawan dalam permainan dan penyokong mereka. Semoga BEPE mendengar dan sudi membacanya.

Salam BEPE,

Saya salah seorang peminat BEPE ketika saudara bermain untuk Timnas Indo di AFF 2002 sehingga bermain untuk Selangor dan ketika ini saya kerap melawat blog ini dan melihat game saudara di Persija melalui video streaming. Saya tahu saudara adalah ikon besar di Indonesia. Permusuhan Malaysia dan Indonesia menjadi lebih ketara setelah Indonesia gagal menahan Malaysia di GBK semalam dan gagal lagi untuk menang emas. Saya percaya Timnas Indonesia telah cuba sedaya upaya namun nasib tidak menyebelahi saudara.

Saya ingin berbicara sedikit pandangan saya, terpulang kepada saudara ingin membacanya atau tidak. Ia adalah mengenai Timnas Indonesia dan penyokong yang tidak henti-henti memusuhi Malaysia tak kita dalam apa hal sekalipun. Jika politik dijadika isu, ia harus ditolak ke tepi kerana dalam sukan, objektifnya satu, untuk menang dan setiakawan. Tidak lebih dan kurang dari itu. Namun, rata-rata masyarakat Indonesia memandang pertarungan ini ibarat medan perang. Saya akui, penyokong di Indonesia sangat sejati begitu juga di Malaysia tetapi masih punyai semangat setiakawan yang mendalam.

Saya juga sering perhatikan bagaimana mereka bergaduh dan berbunuhan demi team kesayangan. Saya sering teruja ketika Persija menentang Persib. Tentunya ada pergeseran di situ. Di sini saya melihat, sifat dendam dan benci dari penyokong adalah sesuatu yang negatif dalam mencorak perkembangan bolasepak. Jika dalam ISL, perkara itu telah disemai, tidak mustahil di dalam game melibatkan Timnas, perasaan itu terus melonjak. Caci maki terus meniti di bibir, perasaan dendam akibat hal lain dan benci menusuk di kalbu membuatkan negara yang main dihina dan langsung tidak pedulikan lagu kebangsaan. Dan ingatlah, doa orang yang teraniaya itu dimakbul tuhan.

Di sini saya menyeru saudara sebagai ikon bolasepak yang tersohor di Indonesia supaya menerapkan satu sifat setiakawan dalam sukan supaya nanti kita akan terkenal dengan sifat tersebut demi memajukan rantau ASEAN. Mohon maaf jika ada ketelanjuran dalam perbicaraan saya. Ia hanyalah kupasan idea untuk melihat bolasepak di rantau ASEAN berjaya satu hari nanti.

Semoga sukses selalu ๐Ÿ˜€

Regards,

Dzulhelmi Mohd Razali, Johor Bahru, Malaysia

Ibu Segala Emas

Posted: 22/11/2011 in Sukan

1989 kita berjaya melakukannya.

1991, diaibkan Filipina

1997, dimalukan Laos

1999, episod duka, tewas 0-6 kepada Indonesia

2001, kecewa depan penyokong sendiri di final kepada Thailand

2009, emas pertama setelah 20 tahun dan,

2011, emas sekali lagi di depan 100,000 dan berjuta rakyat tuan rumah Indonesia.

Benarlah kata pepatah, ibu segala emas ialah bolasepak. Biarpun menang 182 emas, ia tidak bermakna lagi kepada Indonesia kerana hanya satu emas yang mampu melengkapkan gemilang mereka di SEA Games 26 di Jakarta. Malangnya, nasib belum berpihak kepada Garuda. Sebaliknya, lebih 100,000 penonton di stadium dan di luar sanggup berasak-asak untuk menyaksikan pingat emas dikalungkan kepada pasukan Malaysia. Terima kasih atas ‘pengorbanan’ itu.Menewaskan Indonesia di depan penyokong tuan rumah kali kedua selepas Piala AFF tahun lalu bukanlah sesuatu yang mudah tapi bukan mustahil. Dan itu jugalah akibat jika tidak menghormati lagu Negaraku dan mencampur adukkan sukan dengan emosi dan suasana politik.

Bercakap mengenai skuad Ong Kim Swee, rata-rata pemain yang menunjukkan aksi sepanjang SEA Games ini menunjukkan kematangan setelah sebahagiannya beraksi di Slovakia. Kecuali ketika bertemu Singapura, kesemua perlawanan telah menemui piawaiannya. Ramai yang berkata game bertemu Myanmar kita bermain kurang baik. Tapi pendapat saya, OKS mempunyai strategi sendiri untuk menyekang kepantasan Myanmar. Game itu, Malaysia perlu menyerap asakan dan bermain counter attack dan menyerang melalui long pass. Itu sebabnya game menjadi bosan, tidak seperti game menentang Tahiland dan Indo di mana banyak short pass dan wall pass bagi memecahkan benteng.

Biasalah, apabila skuad negara di ambang kejayaan, ramai yang mengambil tahu dan berkongsi kemenangan. Nama pemain mula meniti di bibir dan jersi dipakai pagi dan petang. Namun, akan tiba detik suram satu hari nanti jangan pula dicaci dan dihina pasukan yang digilai. Bukan menidakkan semangat kesemua peminat tapi biarlah menyokong sepenuh hati, bukan bermusim. Dan berilah komen yang membina bukan menghentam bahkan elakkan komen bak jurulatih, kata player itu tak betul, tak sepatutnya dipilih dan sebagainya.

Ok, berikut antara pemain yang saya perlu berikan kredit sepanjang SEA Games ini:

1. Baddrol Bakhtiar – Tidak dinafikan, Badd kurang menyinar dalam MSL, tapi Badd membuktikan kualiti beliau di tahap tertinggi. Badd mempunyai kredibiliti sebagai kapten, cool dalam setiap tindakan dan mempunyai long range shot yang memukau.

2. Mahali Jasuli – Mr cool guy. Tenang menggelecek dan membuat overlapping tapi kadangkala terlupa nak turun. Mempunyai body posture yang mantap dan kebal bertahan. Ada satu lagi SEA Games untuk beliau.

3. Khairul Fahmi Che Mat – Mr Malaysia. Ramai peminat dan terlibat dengan sedikit kontroversi namun beliau bijak menangkis ancaman luar dan fokus dengan game. Berpengalaman dalam usia muda, berani mengancam bola 50-50 dan tangkas dalam bola tinggi. Kesilapan positioning ketika gol Gunawan dalam final merupakan satu fumble yang dapat dikesan. Yang lain ok.

4. Mohd Nazmi Faiz Mansor – Baru berusia 17 tahun tapi matang dalam membuat supply kepada penyerang. Tidak gopoh menyerang bijak memperlahankan game dan jarang menyimpan bola terlalu lama. Itulah gaya permainan modern football. Masa depan cerah dan ada peluang untuk tiga lagi SEA Games.

5.Muslim Ahmad dan Fadhli Saas – Hanya melepaskan tiga gol sepanjang enam game. Purata 0.5 gol setiap game, membuktikan duo ini ampuh bertahan. Sangat berdisiplin sejak dikecam ketika beraksi di bawah kendalian Datuk K. Rajagobal. Positioning Muslim dan Fadhli sentiasa di area 10 meter membuatkan lawan gagal membuat lorongan di antara kedua pemain ini

Lain-lain pemain bermain dengan baik kerana no great player than a team. So let’s celebrate the win sebelum tumpukan pada fokus seterusnya untuk melayakkan diri ke Sukan Olimpik London 2012 dan ia bermula pada Rabu ini menentang Syria di Stadium Bukit Jalil. Ayuh, buktikan sokongan tidak berbelah bahagi kerana kitalah Raja Bolasepak ASEAN ๐Ÿ˜€

Segalanya Sebelas

Posted: 11/11/2011 in Sukan

Hari ini merupakan hari yang istimewa. Jumaat, 11 November 2011 atau lebih cantik ditulis dengan 11.11.11. Dunia menyaksikan ramai pasangan memilih tarikh ini untuk melangsung perkahwinan atau pertunangan dan juga bagi mereka yang menyambut ulangtahun kelahiran atau perkahwinan, ia merupakan tarikh yang sangat cantik. Walau apapun, ia cuma satu tarikh dan ia datang sekali sahaja, sebab itu dipanggil masa itu emas dan ia tetap hari-hari yang kita lalui seperti biasa, tetap 24 jam tanpa lebih atau kurang sesaat, ada malam dan ada siang.

So, untuk entry kali ini, aku ingin menulis mengenai 11 pemain pilihan aku untuk tiga kategori, pemain tempatan, pemain import dan pemain antarabangsa untuk era 90an hingga kini.

Sebelas Pemain Pilihan Malaysia (Formasi 4-4-2)

Penjaga Gol : Khairul Azman Mohamad

Pertahanan : Zainal Abidin Hassan, Mohd Aidil Zafuan Abd Radzak, Shamsul Amri Abu Bakar

Tengah : Azrul Amri Borhan, K.Sanbagamaran, Malek Rahman, Nasir Yusof, Radhi Mat Din

Penyerang : Azman Adnan, Safee Sali

Sebelas Pemain Import Pilihan (Formasi 4-3-3)

Penjaga Gol : Karel Stromsik

Pertahanan : Alan Davidson, Darren Stewart, Bernard Hugging, Mehmet Durakovic

Tengah : Nelson Sam Martin, Zolsc Bucs, Zoran Nikolic

Penyerang : Fandi Ahmad, Ervin Boban, Bambang Pamungkas

Sebelas Pemain Antarabangsa Pilihan (Formasi 3-4-3)

Penjaga Gol :Peter Schmeichel

Pertahanan : Tony Adams, Paolo Maldini, Laurent Blanc

Tengah : Zinedine Zidane, David Beckham, Georgi Hagi, Carlos Valderrama

Penyerang : Juergen Klinssman, Romario, Cristiano Ronaldo

Pilihan di atas hanyalah pada pandangan mata kasar aku selain meminati corak permainan pemain yang disebutkan di atas. Mungkin ada yang kurang bersetuju. Bagi yang ada pilihan lain, boleh utarakan di sini. Boleh jugak ingat player2 yang mungkin terlepas ๐Ÿ™‚